Pemeriksaan Jawaban Perdana
Pada tulisan kali ini saya ingin sedikit berbagi jawaban mahasiswa yang saya periksa, yang kebetulan menurut saya jawabannya cukup menghibur. Menghibur? Kadang, mahasiswa ini menjawab dengan penuh ketegangan, sehingga jarinya bisa terpeleset, dan terpeleset tersebut adakalanya perlu segera dibantu, ditolong dan diperhatikan, dan adakalanya dapat dimaklumi saja namun tetap memunculkan senyum di wajah yang membacanya. Untuk jawaban tipe begini, saya usahakan pula mengkoreksinya dengan cara yang juga menghibur, berharap mahasiswa yang saya koreksi tersenyum pula membaca koreksian saya.
Rencananya, hasil koreksian lembar jawaban tersebut akan saya bagikan kembali kepada pemiliknya masing-masing pada hari pertama semester berikutnya. Inilah ekspektasinya. Mahasiswa yang saya ajar semester lampau akan saya ajar kembali pada semester genap ini dalam mata kuliah lanjutan. Sayangnya, mahasiswa yang saya uji pada semester ini tidak dapat bertemu lagi karena belajar pada dosen yang berbeda, dan saya pun mengajar mata kuliah lanjutan pada kelas yang berbeda pula. Walhasil saya putuskan untuk membagikan jawaban mereka lewat media ini saja. Bisa jadi, empunya jawaban bisa merasa sendiri, bahwa ini jawaban saya, lalu ketawa sendiri.
Karena dapat dibaca oleh umum, saya membatasi hasil koreksian yang akan saya bagikan. Kali ini, mungkin hanya akan bagikan sedikit saja. Sebagian yang lain akan saya musnahkan saja, namanya juga aib.
Mahasiswa terpeleset
Mahasiswa ini dapat menangkap maksud soal ini dengan baik, tapi beliau ini terpeleset sedikit. Tidak bisa membawa empat orang istri! Waduh, Sudahlah gak poligami, kena sumpah pula.
Mahasiswa kurang fokus
Yang ini agak aneh, mungkin asal jawab. Betul orang yang menunggu disebut penunggu, tapi ah sudahlah, ini tidak dapat dimaklumi.
Mahasiswa interaktif
Siapa bilang media tulis tidak dapat berisi interaksi yang begitu hidup? Karena setiap interaksi perlu adanya respon dari pihak kedua. Jadi saya jawab seadanya saja. Meskipun jawabannya kurang sempurna, saya respon jugak.
Mahasiswa nyaris perfect
Tak ada gading yang tak retak. Tak ada mahasiswa yang sempurna. Termasuk mahasiswa ini. Jawabannya mantap dan nyaris sempurna, tapi pada bagian kecil ini ia salah tulis pula, yang harusnya Gharim malah ditulis Ghanimah. Hampir saja saya ngasih nilai sempurna, ah kecewa jua dikit. (Sebagai pengetahuan bagi anda, memberikan nilai sempurna merupakan impian setiap dosen, ketika impian mereka hampir terwujud tapi rupanya gajadi, dapat anda bayangkan sekecewa apa dia)
Mahasiswa interaktif 2
Biasanya mahasiswa kalau ujian itu tegang, menjawab secukupnya saja, asal cepat, tulisan centang perenang, dan yang penting-penting saja. Namun yang ini agak laen, sempat pula dia menuliskan ucapan terima kasih, pakai seni pula. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat ini. Tapi karena setiap seni perlu dihargai, jadi saya jawab seadanya saja.
Sekian, mungkin itu saja. Kalau ada tambahan mungkin akan saya tambahkan lagi. Moga berjumpa lagi
Pemeriksaan Jawaban Perdana
Reviewed by Hanif A'la Ilhami
on
Maret 17, 2026
Rating: 5
Reviewed by Hanif A'la Ilhami
on
Maret 17, 2026
Rating: 5





